Cara Hosting Bot Telegram 24 Jam
Tentukan lebih dulu apakah aplikasi memakai long polling atau webhook. Long polling paling sederhana untuk proses bot biasa; webhook memerlukan endpoint HTTPS publik. Jangan mengaktifkan keduanya pada bot yang sama.

Langkah 1: Pastikan satu mode penerimaan update
Cari bagian inisialisasi bot di kode. Jika memakai polling, hapus konfigurasi webhook lama melalui API Telegram. Jika memakai webhook, pastikan kode tidak sekaligus memulai polling. Hasil yang benar: satu pesan pengguna diproses tepat satu kali.
Langkah 2: Simpan token BotFather di environment
Buat variabel seperti TELEGRAM_BOT_TOKEN dan baca nilainya dari runtime. Jangan upload .env. Bila log pernah mencetak token, cabut token lama melalui BotFather dan buat yang baru sebelum server dibuka ke pengguna.

Langkah 3: Install dependency dan jalankan entry point
Upload source beserta lockfile atau requirements.txt, lalu gunakan command startup yang sudah diuji lokal. Periksa console sampai muncul pesan bot siap menerima update. Error import atau module not found berarti dependency belum lengkap, bukan alasan langsung menambah resource.
Langkah 4: Uji update dan pemulihan koneksi
Kirim /start, uji satu alur utama, kemudian restart server. Bot harus menerima pesan baru setelah restart tanpa memproses ulang antrean lama. Untuk webhook, verifikasi HTTPS, status 2xx, dan secret/signature sesuai library yang digunakan.
Checklist akhir
- Hanya polling atau webhook yang aktif.
- Token tidak berada di source atau log.
- Perintah /start dibalas satu kali.
- Bot kembali menerima update setelah restart.
Panduan terkait
Jika langkah belum berhasil
Ubah satu hal setiap kali, lalu periksa hasilnya. Untuk masalah server atau aplikasi, mulai dari error pertama di console dan cocokkan versi software dengan dependency. Saat menghubungi dukungan, sertakan waktu kejadian dan potongan log tanpa token atau password.
Pilih layanan berdasarkan software, versi, dan kapasitas yang sudah kamu catat.